Sunday, 7 January 2018

Kedudukan hadits-hadits mengangangkat tangan dalam berdoa setelah Sholat (1)



حَدَّثَنَا أَبِي، ثنا أَبُو مَعْمَرٍ الْمِنْقَرِيُّ، ثنا عَبْدُ الْوَارِثِ، ثنا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَهُ بَعْدَ مَا سَلَّمَ وَهُوَ مُسْتَقْبِلٌ الْقِبْلَةَ، فَقَالَ: "اللَّهُمَّ خَلِّصِ الْوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ، وَعَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ، وَسَلَمَةَ بْنَ هِشَامٍ، وَضَعَفَةَ الْمُسْلِمِينَ الَّذِينَ لا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلا يَهْتَدُونَ سَبِيلا مِنْ أَيْدِي الْكُفَّارِ".

Dari Abi Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw mengangkatnya tangannya sesudah salam sambil menghadap kiblat, lalu berdoa : Ya Allah selamatkanlah Al Walid bin Walid, Ayyasy bin Abi Rabi’ah, Salamah bin Hisyam dan kelemahan kaum muslimin yang tidak sanggup dalam siasat perang dan tidak ada penjunjuk jalan dari tangan orang-orang kafir.
Tafsir Ibnu Abi Hatim 4:324 No 5906, Ibnu Katsir 2 : 390.

Hadits ini dhoif karena pada sanadnya ada Rawi, Alii bin Zaid bin Jud’an.

Imam Al Bukhari dan Abu Hatim berkata : Dia tidak boleh dijadikan hujah
Imam Ahmad berkata: Dia tidak ada apa-apanya
Muhammad bin Sa’ad berkata : Dia Rawi yang banyak haditsnya tetapi terdapat kedhaifan yang tidak bisa dijadikan hujjah.
Sholeh bin Ahmad bin Hanbal berkata dari Bapaknya : Dia tidak kuat.
Yahya bin Ma’in berkata : Dia tidak ada apa-apanya
Abu Hatim berkata : Dia tidak kuat, ditulis haditsnya tetapi tidak dijadikan hujjah.
Ibnu Khuzaimah berkata: Aku tidak akan berhujjah dengannya karena jelek hafalan.
Hammad bin Zaid berkata : Dia memaqlubkan hadits-hadits, Alii bin Zaid pada suatu hari menceritakan hadits pada kami kemudian keesokannya menceritakan lagi, lalu tidak seperti cerita sebelumnya.
Ad Daraquthni berkata : Aku tawaquf padanya, menurutku dia senantiasa lemah.
Abu Zur’ah berkata: Dia tidak kuat
Syu’bah berkata : Dia orang yang suka memarfukkn hadits ke Nabi saw.

Lihat : Tahdzibul Kamal 20:239-434 No 4070, Al Jarhu wat Ta’dil 6:240-241 No 10271, Mizanul I’tidal 3:128 No 5844, At Tarikhul Kabir 6:275 No 2389.

حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ يَعْقُوبُ بْنُ خَالِدِ بْنِ يَزِيدَ الْبَالِسِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعُزَيْز بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْقُرَشِيُّ عَنْ خَصِيفٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : مَا مِنْ عَبْدٍ بَسَطَ كَفَّيْهِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِلَهِي وَإِلَهُ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَإِلَهُ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ أَسْأَلُك أَنْ تَسْتَجِيبَ دَعْوَتِي فَإِنِّي مُضْطَرٌّ وَتَعْصِمَنِي فِي دِينِي فَإِنِّي مُبْتَلًى وَتَنَالَنِي بِرَحْمَتِك فَإِنِّي مُذْنِبٌ وَتَنْفِيَ عَنِّي الْفَقْرَ فَإِنِّي مُتَمَسْكِنٌ إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لَا يَرُدَّ يَدَيْهِ خَائِبَتَيْنِ

Dari Anas bin Malik ra, dari Nabi saw bahwa beliau bersabda : tidak seorang hamba pun yang menadah dua tangannya pada setiap kali selesai sholat kemudia ia berdoa : Ya Allah Tuhanku, Tuhan Ibrahim, Ishaq, Ya'qub, dan Tuhan Jibril, Mikaiil, Israfiil, aku mohon kepadaMu untuk mengabulkan doaku .kecuali haq (kewajiban) bagi Allah untuk tidak mengembalikan kedua tangan hamba itu dalam keadaan hampa.
Tuhfatul  Ahwadzi 1:331 No 276, Mu’jam Ibnul A’rabii 3:174 No 1173, Abu al-Fadhal Muhammad bin Thahir al-Maqdisi dalam Tadzkirah Al Maudhu’at 1:58, Al-Muttaqiy Al-Hindiy dalam Kanzul ‘Amal 2:134.

Hadits ini dhaif, karena ada Rawi Abdul Aziz bin Abdir Rahman Al Baalis.

Ibnu Hibban berkata : Tidak halal untuk dijadikan hujjah
Imam Ahmad berkata : Aku tinggalkan hadits-haditsnya, karena haditsnya itu palsu
Imam An Nasa’i berkata : Dia rawi yang tidak tsiqoh
Abu Nu’iam berkata : Luawain meriwayatkan hadit-hadits munkar darinya
Ibnu Hibban berkat : Kami mencatat dari Umar bin Sinan dari Ishaq bin Kholid dari Abdul Azziz bin Abdur Rahman, naskah hadits yang tidak jelas, ada 100 hadits yang maqlub (terbalik), sebagian ada yang tidak bersanad (laa ashlalahu)
Lihat : Miizanul I’tidal 2:631 No 5112, Al Jarhu wat Ta’dil 5:456 No 9140, Lisanul Mizan 5:212 No 4821

No comments:

Post a Comment