Puasa adalah Junnah/Perisai
By Ponco Cah Tuban
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ
هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ
ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۖ
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di
dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan
yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kalian yang menyaksikan (masih
hidup) pada bulan itu, berpuasalah! QS Al Baqarah 185
Puasa menyimpan keutamaan luar biasa yang patut direnungkan oleh
setiap Muslim. Puasa ini menjadi jalan menuju keberkahan, perlindungan dari
azab, dan penggugur dosa. Hadits-hadits Nabi Saw menggambarkan betapa istimewanya amal ini. Salah
satu keutamaan puasa adalah menjadi perisai dari api neraka. Hal ini
sebagaimana termaktub dalam hadits berikut:
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ
وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا
“Siapa yang berpuasa sehari di
jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh perjalanan
tujuh puluh tahun.”(HR. Bukhari, no. 2840 dan Muslim, no. 1153)
Kata haariifan sebenarnya berarti musim gugur, yaitu waktu tertentu
dalam setahun. Maksudnya di sini ialah bilangan tahun. Sebagaimana Rasulullah
saw mengatakan bilangan satu pekan dengan
kata satu Jum’at yaitu waktu yang
lamanya tujuh hari.
1. Makna “puasa sehari”
menunjukkan bahwa sekecil apa pun amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas
karena Allah akan mendapatkan balasan yang sangat besar. Nilai suatu amal dalam
Islam tidak diukur dari banyaknya, tetapi dari keikhlasan dan ketakwaan yang
menyertainya. Hal ini senada dengan hadits yang menerangkan amalan sholat dua roka'at Qobla subuh lebih baik dari dunia seisinya.
2. Makna “Allah menjauhkan
dari neraka” bukan hanya keselamatan di akhirat, tetapi juga penjagaan dari
dosa, bahaya, dan sebab-sebab kebinasaan. Ini sekaligus menunjukkan kedekatan
dengan rahmat Allah, sehingga hati lebih terjaga, hidup lebih berkah, dan
segala urusan dimudahkan oleh taufik dan pertolongan-Nya.
Dengan demikian, makna
inti ungkapan tersebut adalah: Puasa yang ikhlas menghadirkan perlindungan
komprehensif / menyeluruh: terbebas dari azab neraka serta penjagaan dari
kerusakan diri, kedekatan dengan rahmat Allah, serta keberlasungan bimbingan
ilahi dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Janji Allah ini begitu
agung. Satu hari puasa , yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah, mampu
menjadi benteng yang menjauhkan seorang hamba dari siksa neraka dengan jarak
yang sangat jauh yaitu 70 tahun perjalanan. Ini adalah bukti nyata kasih sayang
Allah kepada umat-Nya yang bersedia dan berusaha menjalankan kewajiban.
Namun, di balik segala
keutamaan ini, ada catatan penting yang harus kita camkan. Puasa bukanlah
“tiket ajaib” yang otomatis menghapus dosa atau menjamin keselamatan tanpa
usaha lain yaitu iman dan ikhlash, sebagaimana hadits :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا
وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan
mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah
lalu." (HR. Bukhari no. 38)
Semoga kita termasuk
hamba-hamba Allah yang beriman dan ikhlas, sehingga masuk ke dalam orang-orang
yang dalam janji Allah akan dijauhkan dari neraka dan tentunya dimasukkan ke
dalam surgaNya, Aamiin.
No comments:
Post a Comment