Tuesday, 24 February 2026

Puasa adalah Junnah/Perisai

 

Puasa adalah Junnah/Perisai

By Ponco Cah Tuban

 

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۖ

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kalian yang menyaksikan (masih hidup) pada bulan itu, berpuasalah! QS Al Baqarah 185

Puasa menyimpan keutamaan luar biasa yang patut direnungkan oleh setiap Muslim. Puasa ini menjadi jalan menuju keberkahan, perlindungan dari azab, dan penggugur dosa. Hadits-hadits Nabi Saw menggambarkan betapa istimewanya amal ini. Salah satu keutamaan puasa adalah menjadi perisai dari api neraka. Hal ini sebagaimana termaktub dalam hadits berikut:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

Siapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun.”(HR. Bukhari, no. 2840 dan Muslim, no. 1153)

 

Kata haariifan sebenarnya berarti musim gugur, yaitu waktu tertentu dalam setahun. Maksudnya di sini ialah bilangan tahun. Sebagaimana Rasulullah saw mengatakan bilangan satu pekan dengan kata satu Jum’at yaitu waktu yang lamanya tujuh hari.

1. Makna “puasa sehari” menunjukkan bahwa sekecil apa pun amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah akan mendapatkan balasan yang sangat besar. Nilai suatu amal dalam Islam tidak diukur dari banyaknya, tetapi dari keikhlasan dan ketakwaan yang menyertainya. Hal ini senada dengan hadits yang menerangkan amalan sholat dua roka'at Qobla subuh lebih baik dari dunia seisinya.

2. Makna “Allah menjauhkan dari neraka” bukan hanya keselamatan di akhirat, tetapi juga penjagaan dari dosa, bahaya, dan sebab-sebab kebinasaan. Ini sekaligus menunjukkan kedekatan dengan rahmat Allah, sehingga hati lebih terjaga, hidup lebih berkah, dan segala urusan dimudahkan oleh taufik dan pertolongan-Nya.

Dengan demikian, makna inti ungkapan tersebut adalah: Puasa yang ikhlas menghadirkan perlindungan komprehensif / menyeluruh: terbebas dari azab neraka serta penjagaan dari kerusakan diri, kedekatan dengan rahmat Allah, serta keberlasungan bimbingan ilahi dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Janji Allah ini begitu agung. Satu hari puasa , yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah, mampu menjadi benteng yang menjauhkan seorang hamba dari siksa neraka dengan jarak yang sangat jauh yaitu 70 tahun perjalanan. Ini adalah bukti nyata kasih sayang Allah kepada umat-Nya yang bersedia dan berusaha menjalankan kewajiban.

Namun, di balik segala keutamaan ini, ada catatan penting yang harus kita camkan. Puasa bukanlah “tiket ajaib” yang otomatis menghapus dosa atau menjamin keselamatan tanpa usaha lain yaitu iman dan ikhlash, sebagaimana hadits :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari no. 38)

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang beriman dan ikhlas, sehingga masuk ke dalam orang-orang yang dalam janji Allah akan dijauhkan dari neraka dan tentunya dimasukkan ke dalam surgaNya, Aamiin.

No comments:

Post a Comment