Bau
Mulut Shooimin
إِنَّ اللَّهَ
اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ
الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا
عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى
بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ
وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ )التوبة/١١١(
“Sesungguhnya Allah telah
membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga
bagi mereka. Mereka berkemah di jalan Allah; lalu mereka membunuh atau
membunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat,
Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) dari
Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan
itulah kemenangan yang besar” [At Taubah/9:111]
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ الله ِصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :((قَالَ الله ُعَزَّ وَجَلَّ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ ,وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ، وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ. وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَخُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ. لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا: إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ، وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ صَوْمِهِ))مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah
shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Semua
amal perbuatan anak Adam untuk dirinya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu
untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya. ’Puasa adalah perisai. Apabila
seseorang di antara kamu berpuasa, janganlah berkata kotor/keji (cabul) dan
berteriak-teriak. Apabila ada orang yang mencaci makinya atau mengajak
bertengkar, katakanlah, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’ Demi Allah yang
jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, *sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa
itu lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak Kasturi.* Bagi orang yang
berpuasa ada dua kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka puasa dan
kegembiraan ketika bertemu dengan Rabb-nya.’” (Muttafaq
‘alaihi).
Dari hadits di atas kita ambil satu pokok bahasan yaitu:
لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ
أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Sungguh
bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak
misk (kasturi).” (HR. Bukhari, no. 1894 dan Muslim, no. 1151).
Bau mulut orang berpuasa (khuluf) dinilai lebih harum di sisi Allah
daripada aroma kasturi, mencerminkan keutamaan dari ketaatan dan keikhlasan,
berdasarkan Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim.
Meskipun demikian, Islam tetap menganjurkan menjaga kebersihan mulut dan menyikat gigi saat berpuasa, karena tindakan ini tidak membatalkan puasa
asalkan tidak bermaksud menelan.
Lalu apa
yang dimaksud bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih wangi dari
minyak kasturi, padahal di dunia sangat tidak mengenakkan
Ada dua alasan kenapa sampai bau mulut orang
yang berpuasa bisa dibalas dengan bau minyak kasturi (misk):
1- Amalan puasa itu adalah rahasia antara
hamba dengan Allah. Karena itu rahasia yang ia sembunyikan, maka Allah pun
membalasnya dengan menampakkan bau harum di antara manusia di hari kiamat.
2- Karena bekas ketaatan yang berakibat tidak enak bagi
jiwa di dunia, bekas seperti itu akan dibalas dengan sesuatu yang menyenangkan
pada hari kiamat. Artinya, bau mulut yang tidak enak akan dibalas dengan bau
yang wangi karena bau mulut itu muncul dari amalan ketaatan pada Allah di
dunia. (Lihat Lathaif
Al-Ma’arif, hlm. 286-288)
Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
كُلُّ
شَيْءٍ فِي عُرْفِ النَّاسِ فِي الدُّنْيَا إِذَا انْتَسَبَ إِلَى طَاعَتِهِ
وَرِضَاهُ فَهُوَ الكَامِلُ فِي الحَقِيْقَةُ
“Segala
sesuatu yang dianggap kurang di dunia menurut pandangan manusia namun jika itu
didapati karena melakukan ketaatan pada Allah dan mencari ridha-Nya, maka hakekatnya
kekurangan tersebut adalah kesempurnaan (di sisi Allah).” (Lathaif Al-Ma’arif,
hlm. 288)
Hal ini
senada dengan hadits Rasulullah saw dari Abu Hurairah ra, bahawa Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّ كَلْمٍ يُكْلَمُهُ المُسْلِمُ فِي
سَبِيلِ اللهِ، يَكُونُ يَوْمَ القِيَامَةِ كَهَيْئَتِهَا، إِذْ طُعِنَتْ،
تَفَجَّرُ دَمًا، اللَّوْنُ لَوْنُ الدَّمِ، وَالعَرْفُ عَرْفُ المِسْكِ
Maksudnya: “Setiap luka yang diderita oleh seseorang muslim di jalan
Allah akan kelihatan pada hari kiamat nanti sebagaimana ketika dia ditikam.
darahnya memancar keluar, warnanya warna darah tetapi baunya ialah bau
kasturi.”Riwayat al-Bukhari (237) dan Muslim (1876)
Demikian, semoga kita termasuk orang-orang yang dijanjikan oleh Allah atas pahala shiyam kita dan dimasukkan ke dalam surgaNya melalui Baabur Rayyan, Aamin.
No comments:
Post a Comment