Wednesday, 25 February 2026

Seperti Bayi Yang Baru Dilahirkan

 

Seperti Bayi Yang Baru Dilahirkan

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ

(Ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak cucu Adam, keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksiannya terhadap diri mereka sendiri (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Rabb kalian?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Rabb kami), kami bersaksi.” (Kami melakukannya) agar pada hari kamat kalian (tidak) mengatakan, “Sesungguhnya kami lengah terhadap hal ini.QS Al A’raf : 172

            Pada dasarnya, seluruh manusia diciptakan diatas fitrah yaitu : mengakui ke Esaan Allah sehingga tidak ada alasan untuk bermaksiat apalagi membuat tandingan-tandingan sesembahan selain Allah. Rasulullah saw bersabda :

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Setiap anak dilahirkan dalam fitrahnya. Keduanya orang tuanya yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nashrani atau Majusi, Mutafaquan alaih

Begitulah yang kita alami, selama 11 bulan baik secara sadar atau tidak. Adakalanya kita menyimpang dari rel/fitrah agama Islam, entah dengan riya’, mengamalkan ibadah-ibadah yang tidak ada tuntunannya, sampai muamalah yang tidak sesuai syariat sehingga dosa kita menumpuk dengan pelanggaran-pelanggaran tersebut. Bulan Ramadhan adalah waktu yang istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi bulan penuh berkah dan ampunan, ibadah ramadhan adalah untuk mengembalikan kita ke atas fitrah sebagai hamba Allah yang menyimpang dari ketentuannya.. Shiyam Ramadhan merupakan satu paket dengan pelaksanaan salat tarawih. Tak sempurna bila kewajiban Shiyam Ramadhan ditunaikan, namun tak dibarengi dengan pelaksanaan shalat sunah tarawih baik berjamaah maupun munfarid. Namun berjamaah lebih utama karena ada banyak keutamaan dan pahala salat tarawih berjamaah.

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ شَيْبَانَ قَالَ لَقِيتُ أَبَا سَلَمَةَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قُلْتُ حَدِّثْنِي عَنْ شَيْءٍ سَمِعْتَهُ مِنْ أَبِيكَ سَمِعَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ قَالَ نَعَمْ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَرَضَ صِيَامَ رَمَضَانَ وَسَنَنْتُ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ احْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ الذُّنُوبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمِّهِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id mantan budak Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami Al Qasim bin Al Fadhl telah menceritakan kepada kami An Nadhr bin Syaiban berkata; aku bertemu dengan Abu Salamah bin Abdurrahman kemudian aku berkata; "Ceritakanlah kepadaku tentang sesuatu yang telah kamu dengar dari bapakmu, yang dia dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (satu hadits) berkaitan dengan bulan Ramadhan!" Dia menjawab; "Ya, telah menceritakan kepadaku bapakku dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Allah 'azza wajalla telah mewajibkan shiyam pada bulan Ramadhan, dan aku telah membuat sunnah untuk shalat malamnya. Barangsiapa shiyam dan melaksanakan shalat malamnya dengan mengharap pahala dari Allah, niscaya akan keluar dosa-dosanya seperti hari dia dilahirkan oleh ibunya.. HR Ahmad 1572

Ibadah shiyam sebagai bentuk efektif mengikis sifat Syaithaniyah di dalam diri manusia seperti isyraf (berlebihan), tabdzir (mubazir), sombong, takabur, dan berbagai macam akhlak tercela. Apalagi, hadist Nabi menyebutkan bahwa di dalam bulan Ramadhan, pintu surga terbuka seluas-luasnya dan pintu neraka ditutup. Karena itu maka selama berpuasa kita senantiasa beristighar kepada Allah, memohon ampun kepada Allah dan kita diberi kesempatan untuk berbuat baik yang seluas-luasnya dan beramal yang sebanyaknya.

Sehingga ketika kita selesai melaksanakan ibadah Ramadhan, di dalam hadist tersebut, kita disebut kembali pada fitrah seperti bayi yang baru dilahirkan. Ada dua ibadah yang jika dilakukan dengan benar, niat karena Allah, maka ibadah itu akan membawanya bersih dari segala dosa. Ibadah itu adalah Shiyam Ramadhan dan haji yang mabrur.

Oleh karena itu selesai ibadah Ramadhan selama sebulan, kita senantiasa mengatakan iedul mubarak, hari raya yang diberkahi dan kita sering mengucapkan Idul fitri. Kata fithri diartikan kita bisa makan dan minum kembali. Tapi sesuai hadist di atas adalah kembali pada kesucian kita sebagai makhluk fitrah yang bersih dari segala dosa, dan sebagai manusia, kita menjadi hamba Allah yang berakhlakul-karimah.

No comments:

Post a Comment